Reseptor Serotonin

Prozac adalah merek terkenal yang isinya fluoxetin bikinan Ely Lili. Merupakan satu dari 10 obat paling laris di dunia. Tahukah Anda obat apa ini? Kemarin, saya merasa penasaran dengan obat ini, cek di MIMS ternyata dia masuk kategori obat antidepresan. Bagaimanakah aksi kerjanya? Btw, di sini saya mau sharing tentang mekanisme aksi obat Fluoxetin, tentunya dalam ranah molekuler. Semoga ini bisa bermanfaat bagi Anda. 

Obat depresi berarti hubungannya dengan sistem saraf. Nah, kalau sudah ngomongin saraf, berarti tidak bisa lepas dari namanya “neurotransmitter”. Sebelumnya, apa itu neurotransmitter? Secara sederhana, bisa dikatakan semacam hormon, dia yang bisa memberikan impuls dari saraf satu ke saraf yang lain. Bedanya dengan hormon, yang distribusinya lewat pembuluh darah, kalau neurotransmitter adalah dari sel saraf satu loncat ke saraf yang lain dan akhirnya sampailah ke reseptor. Ada berbagai macam neurotransmitter seperti serotonin, GABA, nor-epinefrin, nor-adrenalin, dll. Perlu diketahui, sedikit ada persamaan antara hormon dan neurotransmitter, begitu juga penamaannya. Kalau hormon tidak pakai kata NOR, misal adrenalin adalah suatu (hormon), nor-adrenalin adalah suatu (neurotransmitter). Ngomongin fluoxetin, neurotransmitter yang berperan adalah serotonin dan reseptornya tentunya reseptor serotonin.

Sebelum jauh membahas tentang reseptor ini, ada baiknya saya jelaskan dulu tentang pembagian target aksi obat. Jadi, ada beberapa tempat yang bisa menjadi target aksi obat yaitu kanal ion, transporter, atau pada reseptor. Dari sekian banyak tadi, reseptor merupakan yang paling banyak sebagai target aksi obat. Reseptor yaitu suatu makromelekul seluler yang secara spesifik dan langsung berikatan dengan ligan, ligan disini bisa obat, homon, atau neurotransmitter.

Berdasarkan transduksi sinyalnya, maka reseptor dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu:

  1. Ligand-gated ion chanel receptor (reseptor kanal ion)
  2. G-protein coupled receptor (reseptor yang tergandeng dengan protein-G)
  3. Tyrosine kinase-linked receptor (reseptor yang terkait dengan aktivitas kinase)
  4. Nuclear receptor (reseptor inti).

Kita bahas point 1, karena fuoxetin masuk dalam kelompok ini. Reseptor kanal ion disebut juga reseptor ionotropik. Golongan reseptor ini merupakan suatu reseptor membran yang langsung terhubung oleh suatu kanal ion dan memperantarai aksi sinaptik yang cepat, lebih cepat jika dibandingkan dengan transmisi sinaptik melalui reseptor yang tergandeng protein-G. Contohnya adalah reseptor asetilkolin nikotinik, reseptor GABA-A, reseptor glutamat, dan reseptor serotonin.

Nah, sekarang baru bahas reseptor serotonin. Reseptor serotonin nama lainnya adalah 5-hydroxytriptamine (5-HT3). Sedangkan serotonin merupakan neurotransmitter monoamin yang terlibat dalam berbagai penyakit yang cukup luas cakupannya, meliputi penyakit psikiatrik: depresi, kecemasan, skizoprenia, dan gangguan obsesif konfulsif; sampai migrain. Serotonin dijumpai di jaringan kardiovaskuler, sistem saraf perifer, sel darah, dan SSP.

Serotonin disintesis dari prekursornya triptofan dengan bantuan enzim triptofan hidroksilase dan asam amino aromatik dekaroksilase. Serotonin yang terbentuk akan disimpan di dalam vesikel penyimpanan prasinaptik dengan bantuan transporter monoamine vesicular (VMAT = vesicular monoamine transporter). Selanjutnya, jika ada picuan maka serotonin akan dilepaskan menuju celah sinaptik.

Serotonin yang terlepas dapat mengalami beberapa peristiwa antara lain:

  1. Berdifusi menjauh dari sinaps
  2. Dimetabolisme oleh MAO (monoamine oksidase)
  3. Mengaktivasi reseptor presinaptik (reseptor 5-HT1A dan 5-HT1D, suatu autoreseptor
  4. Mengaktivasireseptor post-sinaptik
  5. Mengalami re-uptake dengan bantuan transporter serotonin presinaptik (SERT = serotonin transporter).

Pengambilan kembali serotonin ke dalam ujung pre-sinaptik oleh SERT (peristiwa re-uptake) merupakan mekanisme utama penghentian transmisi signal serotonin. Karena itu, obat yang dapat mengikat SERT dan menghambat re-uptake serotonin dapat memperpanjang aksi serotonin. Penyakit tertentu di mana kekurangan neurotransmitter serotonin, seperti depresi dapat diatasi dengan meningkatkan ketersediaan serotonin di tempat aksinya dengan cara menghambat re-uptake-nya.

Obat yang dimaksud tak lain adalah obat antidepresan golongan SSRI (selective serotonin re-uptake inhibitor). Fluoxetin masuk golongan obat ini, disamping fluvoksamin, paroksetin, dan sertralin. Ada juga sih obat anidepresan lain yang kerjanya hambat re-uptake serotonin, tapi kerjanya tidak selektif, dia juga menghambat re-uptake nor-epinefrin. Contoh obatnya yaitu golongan TCA (tricyclic antidepresan: amitriptriptilin, imipramin, nortriptilin, dan despiramin).

Sumber:

Ikawati, Z., 2005, Pengantar Farmakologi Molekuler, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

One comment

  1. Selanjutnya, jika ada picuan maka serotonin akan dilepaskan menuju celah sinaptik.,,,,,, mksudx dsni picuan yang seperti apa?

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: