Reseptor Insulin (Insulin Signaling Pathway)

Disusun Oleh : Nurina Khi’matus Sholihah (G1F011022)

Deskripsi:

Video di atas bercerita tentang jalur pensinyalan insulin sehingga glukosa dalam darah dapat masuk ke dalam sel. Glukosa merupakan sumber enegi esensial yang digunakan untuk berbagai proses metabolisme. Glukkosa merupakan substrat dari proses glikolisis yang selanjutnya akan diteruskan ke siklus krebs. Glukosa dapat bekerja pada dua sel yang berbeda, yaitu sel otot dan sel lemak. Di sel otot, glukosa berfungsi sebagai sumber energi dan juga disimpan dalam bentuk glikogen. Di sel lemak, glukosa digunakan untuk sintesis trigliserida yang berperan penting sebagai sumber energi.

Yang dibahas dalam video ini adalah, bagaimana mekanisme yang terjadi jika kadar glukosa dalam darah tinggi. Pertama-tama dikenalkan tentang apa yang dimaksud GLUT-4, GLUT-4 adalah protein transporter yang mentransfer glukosa untuk masuk ke dalam sel. Ketika kadar glukosa tinggi terdeteksi oleh sel pankreas, maka insulin akan release (lepas) dengan sendirinya mengikuti aliran sirkulasi darah dan berikatan dengan reseptor insulin yang berada di membran sel. Hal ini memacu molekul-molekul ATP yang berada di intrasel untuk menempel pada domain tirosin kinase di reseptor. Molekul-molekul AtP tersebut memberikan gugus fosfatnya pada domain tirosin kinase yang disebut proses autofosforilasi. Hal tersebut menyebabkan reseptor menjadi aktif. Kejadian ini akan memulai suatu rangkaian peristiwa yang kompleks. Reseptor yang aktif menyebabkan protein lain menempel pada domain tirosin kinase di reseptor dan memicu fosforilasi protein tersebut. Protein tersebut disebut protein kinase. Protein kinase tersebut akan menempel pada protein yang lain dan memicu terjadinya fosforilasi. Proses fosforilasi merupakan komponen penting dalam jalur transmisi sinyal dari satu kompartemen ke kompartemen lainnya. Sistem ini berperan dalam mentransmisikan glukosa yang berada di luar sel untuk mauk ke dalam sel. Protein yang terfosforilasi kemudian akan memicu fosforilasi PIP¬2 yang kemudian akan memicu fosforilasi protein lain. Seperti yang sudah disebutkan di awal video, GLUT-4 merupakan protein transporter glukosa. GLUT-4 yang inaktif berada di dalam sel, sehingga untuk mentransport glukosa, GLUT-4 harus ditranslokasikan ke membran sel. GLUT-4 dalam kondisi inaktif terikat oleh protein RAB. Protein yang terfosforilasi akan mengaktifkan GLUT-4 dengan cara berikatan dengan protein RAB sehingga protein Rab release (lepas) dari GLUT-4 dan dapat berpindah ke membran sel. GLUT-4 yang berada di membran sel kemudian dapat mentransport glukosa yang berada di luar sel masuk ke dalam sel.

Berikut adalah teorinya :

Reseptor insulin termasuk reseptor tirosin kinase, namun tidak sama dengan RTK lainnya yang berbentuk monomer, reseptor ini berbentuk dimer. Resptor insulin terdiri dari 2 subunit α dan 2 subunit β yang dihubungkan dengan ikatan disulfida. Rantai α terletak di bagian ekstraseluler dan merupakan domain ikatan insulin, sedangkan rantai β berada menembus membran (Zullies, 2006).

Seperti signaling pada reseptor jenis RTK lainnya, pengikatan suatu ligan (insulin) pada subunit α resptornya akan menyebabkan subunit β mengalami autofosforilasi, yang selanjutnya memicu aktivitas katalitik reseptornya. Reseptor yang teraktivasi akan memfosforilasi sejumlah reseptor intraseluler lainnya, sampai akhirnya menimbulkan respon biologis. Salah satu protein yang menjadi efektor bagi reseptor insulin adalah insulin receptor substrate 1 atau IRS-1 yang terikat dengan protein Grb2, suatu p0rotein adaptor memeiliki Sh2 domain (Zullies, 2006).

Jika IRS-1 terfosforilasi, maka ia akan memicu serangkaian peristiwa molekuler. Antara lain akan menyebabkan suatu proses transporter glukosa yang disebut GLUT-4 menepi dan berfusi dengan plasma membran, yang memungkinkan glukosa untuk ditranspor ke dalam sel. Tanpa insulin dan aktivitas reseptornya, GLUT-4 tetap berada di dalam sitoplasmik dan tidak berfungsi untuk mentranspor glukosa. Jhika kadar insulin turun atau reseptor insulin tidak lagi teraktivasi, GLUT-4 akan kembali ke sitoplasma. Selain itu, insulin juga menstimulasi liver untuk mensintesis glikogen dan lipid (Zullies, 2006).

Daftar Pustaka
Ikawati, Zullies. 2006. Pengantar Farmakologi Molekuler. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Oleh : Nurina Khi’matus Sholihah /G1F011022

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: