BREAST CANCER: ESTROGEN RECEPTORS

Reseptor Estrogen

Reseptor estrogen adalah salah satu anggota reseptor inti yang memperantarai aksi hormon estrogen (17b-estradiol) di dalam tubuh.Pada tahun 1995 , para ahli baru menemukan bahwa reseptor estrogen terdiri dari dua subtype, yaitu reseptor estrogen α (ER α) dan reseptor estrogen β (Erβ).Keduanya bisa berikatan dengan estrogen baik agonis maupun antagonisnya. Walaupun domain ikatan  DNA dari reseptor estrogen  α dan  β sangat mirip, tetapi mereka berbeda dalam hal lokalisasi dan konsentrasinya.

Molekul reseptor estrogen memiliki tiga tempat ikatan spesifik terhadap ligan yang disebut LBD/AF-2,terhadap Growth factor disebut AF 1,dan terhadap DNA yang disebut DNA-Binding Domain (DBD). DBD adalah bagian yang berikatan dengan estrogen response element (ERE).

Hormon estrogen merupakan salah satu hormon steroid kelamin, karena mempunyai  struktur kimia  berintikan steroid yang secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem produksi wanita. Pria juga memproduksi estrogen tetapi dalam jumlah jauh lebih sedikit, fungsi utamanya berhubungan erat dengan fungsi alat kelamin primer dan sekunder wanita. Estrogen juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan LDL. Estrogen juga memiliki peran penting pada perkembangan otak,penyakit autoimun,dan metabolisme tulang.Disisi lain ,estrogen juga dapat memicu pertumbuhan,proliferasi dan metastase kanker payudara.

Kanker Payudara

Kanker adalah suatu penyakit yang merupakan pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh baru abnormal akibat hasil mutasi genetis sel,menginvasi jaringan sekitar dan metastasis (menyebar ) ke sisi yang jauh.Kanker yang menyerang payudara disebut Kanker payudara.Unit lobuler saluran terminal dari jaringan payudara  wanita-wanita muda sangat responsif dengan estrogen. Pada jaringan payudara, estrogen menstimulasi pertumbuhan dan diferensiasi saluran epitelium, menginduksi aktivitas mitotik saluran sel-sel silindris, dan menstimulasi pertumbuhan jaringan penyambung. Estrogen juga menghasilkan efek seperti histamin pada mikrosirkulasi payudara. Densitas reseptor estrogen pada jaringan payudara sangat tinggi pada fase folikuler dari siklus menstruasi dan menurun setelah ovulasi. Estrogen menstimulasi pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Pada wanita-wanita postmenopause dengan kanker payudara, konsentrasi estradiol tumor tinggi, karena aromatisasi in situ, meskipun adanya keonsentrasi estradiol serum yang rendah.Kebanyakan kasus pewarisan kanker payudara dihubungkan dengan dua gen,yaitu BRCA 1 (Breast Cancer Gene One) dan BCRA 2 (Breast Cancer Gene Two ). Fungsi gen ini untuk menjaga pertumbuhan sel payudara secara normal dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

Awalnya ,proses metastase kanker payudara diinisiasi oleh adanya aktivasi atau overekspresi beberapa protein, misalnya reseptor estrogen (ER) dan c-erb-2 (HER 2) yang merupakan protein predisposisi kanker payudara. Estrogen berikatan dengan reseptor estrogen (ER)membentuk kompleks reseptor aktif dan mempengaruhi transkripsi gen yang mengatur proliferasi sel.

Mekanisme klasik aksi langsung estrogen pada nukleus DNA melibatkan ikatan hormon pada nukleus reseptor-estrogen, yang nantinya terikat sebagai dimer-dimer pada elemen respon-estrogen di daerah pengatur pada gen-gen yang merespon estrogen dan berhubungan dengan faktor transkripsi basal, ko-aktivator, dan ko-represor untuk mengubah ekspresi gen. Sejak penemuan dan karakterisasi awal reseptor-estrogen α pada tahun 1960, penelitian pada mekanisme signaling reseptor-estrogen telah mengungkap kompleksitas tersebut, sebagaimana ditunjukkan oleh penemuan reseptor estrogen β dan jalur signaling yang diperantarai oleh reseptor estrogen yang jadi terhubung dengan mitokondria dan membran plasma.

Istilah “modulator reseptor estrogen selektif” diperkenlakan untuk mendefinisikan ligan nonsteroid seprti tamoksifen yang antagonis dengan kerja estrogen dalam beberapa jaringan, seperti payudara dan mirip kerjanya pada tempat lainnya seperti uterus

Selektivitas oleh SERMs ini mungkin dicapai karena ternyata reseptor estrogen pada jaringan berbeda bervariasi struktur kimianya. Sehingga obat sejenis SERMs untuk berinteraksi secara selektif pada reseptor estrogen pada jaringan tertentu. Contohnya, suatu SERM mungkin menghambat reseptor estrogen pada sel payudara,tetapi mengaktivasi reseptor estrogen pada sel endometrial uterus. Sehingga,dapat menghambat pertumbuhan sel payudara,tetapi mungkin memicu terjadinya kanker rahim.

Daftar Pustaka

Ikawati, Zullies. 2006. Pengantar Farmakologi Molekuler. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

McPhee, Stephen J.2010.Patofisiologi Penyakit.Jakarta:EGC

Winarto,w.P,dkk.2007.Pengobatan Herbal Untuk Kanker Payudara.Jakarta : Karyasari Herba Media

Yolita Satya Gitya Utami / G1F011010

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: