Allosteric Modulation of GABAA Receptor Channels by Steroids

AISYAH PUTRIANI

G1F011050

Allosteric Modulation of 〖GABA〗_A Receptor Channels by Steroids
Reseptor GABA_A merupakan tempat aksi neurotransmitter GABA (gamma amino butyric acid). Seperti halnya neurotransmitter sebelumnya, maka perlu diketahui lebih dahulu bagaimana jalur biosintesis GABA dan degradasinya.
Reseptor GABA terdapat dalam tiga tipe, yaitu reseptor 〖GABA〗_(A,) 〖GABA〗_(B,) 〖dan GABA〗_C. Video ini menjelaskan tentang reseptor GABA_A yang memiliki ikatan untuk obat golongan benzodiazepine, barbiturat, dan steroid.
Reseptor GABA_A merupakan keluarga reseptor ionotropik. Reseptor ini juga terkait dengan kanal Cl^-dan memperantai penghambatan sinaptik yang cepat. Secara selektif dapat diblok oleh alkaloid bikukulin dan dimodulasi oleh obat golongan benzodiazepine, barbiturat, dan steroid
Reseptor GABA_A adalah salah satu jenis reseptor kanal ion. Reseptor ini merupakan kompleks protein heterooligomerik yang terdiri dari sebuah tempat ikatan GABA (GABA binding site) yang berikatan dengan kanal ion Cl^-. Reseptor GABA_A juga memiliki tempat ikatan untuk obat-obat barbiturat disebut barbiturat binding site, untuk obat-obat benzodiazepine disebut Benzodiazepine binding site, untuk obat-obat steroid disebut steroid binding site, dan ada satu tempat ikatan untuk pikrotoksin suatu konvulsan.
Tempat ikatan dibagi menjadi 2, yaitu tempat ikatan alosterk dan ortosterik. Tempat ikatan seperti pada video di atas merupakan tempat ikatan alosterik. Ikatan senyawa alosterik berbeda dengan tempat ikatan senyawa endogen GABA, sedangkan tempat ikatan ortosterik merupakan tempat ikatan untuk GABA. Suatu obat dapat beraksi pada sisi alosterik reseptor menyebabkan efek agonis, antagonis maupun inverse agonis .
Aktivasi reseptor GABA oleh neurotransmitternya menyebabkan pembukaan kanal Cl- dan memicu terjadinya hiperpolarisasi yang akan menghambat potensial aksi. Dengan cara itulah GABA melakukan aksinya sebagai neurotransmitter inhibitor. Aktivasi reseptor GABA ini menyebabkan depresi susunan saraf pusat. Antagonis reseptor GABA seprti pitrazepin, sekurinin dan gabazin dapat menyebabkan efrek pemicuan saraf berupa konvulsi. Selain agonis atau antagonis GABA binding site juga berikatan dengan obat-obat lain yang dapat dikatakan antagonis reseptor GABA walaupun berikatan pada binding site yang lain. Contohnya adalah pikrotoksin yang terikat pada satu tempat ikatan yang berlokasi pada atau didekat kanal ion Cl- sehingga menyebabkan kanal ion tersebut terblokade. Akibatnya adalah stimulasi saraf yang berlebihan muncul dalam bentuk konvulsi.
Selain itu reseptor GABA_A memiliki tempat ikatan dengan sejumlah besar obat golongan sedatif hipnotik dan anastetika, seperti barbiturat, etanol dan anastetik volatil. Obat-obat ini bekerja dengan mengikat reseptor GABA pada binding sitenya yang berlokasi dekat dengan kanal ion. Barbiturat memperpanjang durasi pembukaan kanal, sehingga memaksimalkan kesempatan bagi Cl- mengalir. Dengan mekanisme inilah golongan barbiturat banyak digunakan sebagai obat epilepsi, selain digunakan sebagai sedatif.
Reseptor GABA juga menjadi target aksi senyawa steroid. Steroid yang dimaksud adalah neuerosteroid dan steroid neuroaktif. Steroid jenis ini bereaksi secara non genomik, yaitu bekerja pada reseptor GABA. Contohnya adalah progesteron dan metabolitnya allopregnalon.

Daftar Pustaka
Ikawati, Zullies.2008.Pengantar Farmakologi Molekuler.Gadjah Mada University Press; Yogyakarta

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: