Mechanism of Action of Aminosalicylates :)

Deskripsi :

Aminosalisilat mengurangi gejala pada penyakit ringan dan terapi rumatan menurunkan kejadian relaps ada pasien remisi. Sulfasalazin merupakan kombinasi asam 5-aminosalisilat (Mesalamin/5-ASA) dengan sulfonamid yang disambung dengan ikatan azo yang membawa obat ke kolon, tempat obat dipecah oleh flora bakteri dalam kolon bagian distal, kemudian melepaskan asam 5-aminosalisilat yang merupakan bagian aktif dan sulfapiridin yang diabsorbsi dan bisa menimbulkan efek samping yang khas untuk sulfonamid seperti mual, ruam, gangguan darah (Neal, 2006). Aminosalisilat merupakan obat yang digunakan pada terapi inflamasi usus (kolitis ulseratif) yang hanya mengenai usus besar.

Sulfasalazin dapat menghambat absorbsi asam folat, sementara asam folat sendiri berguna untuk mengurangi risiko cacat bagian saraf pada perkembangan janin. Oleh karena itu penggunaannya harus disertai dengan pemberian asam folat.

Mesalazin merupakan obat yang berisi 5-ASA yang melepaskan obat ke dalam kolon (Neal, 2006). Obat ini bekerja pada sel epitel kolon usus besar pada kasus inflamasi usus (kolitis ulseratif). 5-ASA sebagai antiperadangan lebih sedikti mempunyai efek samping dibandingkan sulfapiridin.

Absorbsi 5-ASA melalui protein integral di membran sel secara mudah dapat dimetabolisme menjadi N-Acetyl-5-ASA oleh bantuan N-Acetyl-transferase 1 (NAT-1). Kemudian N-Acetyl-5-ASA berikatan dengan Peroxisome Proliferators-Activated Reseptor (PPARϒ) yang merupakan reseptor hormon inti pada sel. Ikatan tersebut menginduksi translokasi PPARϒ dari sitoplasma ke dalam nukleus. Stelah itu terjadilah perubahan konformasi di PPARϒ. Perubahan konformasi tadi menyebabkan PPARϒ berikatan dengan ko-aktivatornya yaitu DRIP (Vitamin D Reseptor Interacting Protein). Heterodimerisasi dengan RXR (Retinoid X Receptor) menghasilkan PPAR-RXR kompleks yang merupakan regulator dari transkripsi. PPAR-RXR kompleks tadi mengontrol transkripsi melalui ikatannya dengan PPRE (Peroxisome Proliferative Response Elements) dan dapat meregulasi transkripsi gen.

Hasil dari transkripsi gen tersebut atau heterodimer PPAR-RXR dapat menurunkan regulasi proses peradangan dengan cara menghambat terbentuknya NF-Kb / MAPK yang mempunyai efek mereduksi produk peradangan seperti TNF-α, IL-1B, IL-6. Ikatan kompleks ini juga menghambat aktivitas COX-2 yang memimpin produksi prostaglandin yang juga merupakan mediator peradangan.

Penelitian terus berlangsung ke dalam penemuan agent baru yang diantaranya :

  • Target kerja obat 5-ASA adalah PPARϒ karena dianggap lebih efisien
  • Penurunan efek buruk yang kemungkinan akan terjadi

Generasi baru dari 5-ASA adalah Balsalazide (Colazal) yang bekerja sebagai anti peradangan intestinal pada kasus kolitis ulseratif. Balsalazide memproduksi 5-ASA di dalam kolon. Seperti kita ketahui bahwa 5-ASA adalah suatu zat aktif yang mempunyai efek antiperadangan / antiinflamasi.

Daftar Pustaka :

Anonim. 2008. http://www.rxlist.com/colazal-drug.htm. Diakses pada tanggal 23 Desember 2012

Ikawati, Zullies. 2008. Pengantar Farmakologi Molekuler. Jogjakarta : UGM Press

Neal, Michael J. 2006. At a Glance Farmakologi Medis. Jakarta : Erlangga

Oleh : Alfianita (G1F011031)

One comment

  1. comment or like this video. thx🙂

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: