Mechanism of Steroid Hormone Action

Iin Solihati
G1F011013

Senyawa steroid adalah senyawa golongan lipid yang memiliki struktur kimia tertentu yaitu memiliki 3 cincin sikloheksana dan 1 siklopentana ( Ikawati, 2006). Zat ini diproduksi oleh ovarium, testis, plasenta, dan bagian luar kelenjar adrenal, serta testosterone, estrogen, progesterone, aldosteron, dan kortisol. Zat ini akan bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein dalam tubuh.

Hormon-reseptor steroid, dapat ditemukan di membrane plasma. Yaitu di daerah sitosol, maupun di bagian inti sel atau nucleus dari sel target. Secara umum, hormon resptor steroid merupakan reseptor intraselular yang tentunya, daerah atau wilayah kerjanya adalah di dalam sel. Hormone steroid, mempunyai keterlibatan dalam proses aktivasi gen. Dimana dari proses aktivasi gen inilah akan melibatkan system reseptor intraselular (Syarofina, 2012).

Hormon steroid memiliki sifat lipid soluble sehingga dapat dengan mudah menembus membran sel menuju sitoplasma. Mekanisme kerja hormone steroid, diawali dari hormone steroid yang melewati membrane sel, kemudian masuk ke dalam area sitoplasma sel. Selanjutnya hormon steroid menuju ke daerah sitoplasma karena akan menuju ke sel targetnya. Kemudian, hormone steroid akan berikatan dengan reseptornya . Reseptor hormon terdapat pada sitoplasma sel. Setelah hormon dan reseptor berikatan, maka terjadilah kompleks hormon reseptor steroid. Dengan adanya kompleks hormon reseptor steroid ini, dengan atau tanpa modifikasi akan ditransportasikan ke area kerja hormone atau bisa disebut sebagai side of action.

Side of action terdapat di dalam inti sel, yaitu tepatnya pada kromatin inti. Kemudian, side of action akan berikatan dengan suatu bagian spesifik dari kromatin inti sel. Ikatan antara side of action dengan bagian tersebut, akan menstimulasi atau merangsang proses transkripsi RNA ( messenger ribonucleic acid) yang baru. Proses stimulasi ini melalui sebuah mekanisme baru yang belum bisa diketahui. Proses stimulasi transkripsi RNA akan menghasilkan proses sintesis protein baru. Selain itu, akan terjadi beberapa hal yang berhubungan dengan penghambatan sistesis protein. Hal itu terjadi sesuai dengan fungsi tiap-tiap sel target. Contoh hormone steroid adalah adrenokortikosteroid.

Daftar Pustaka

Ikawati, zullies. 2006. Pengantar Farmakologi Molekuler. Yogyakarta : UGM Press
Syarofina pratiniyata. 2012. Mekanisme Aksi Seluler Hormon-Reseptor Steroid sampai dengan Respon Seluler Fisiologisnya . http://blog.ub.ac.id. Ā Diakses tanggal 13 September 2012

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: