Mechanism of Thyroxine Action

Setiap makhluk hidup tergantung pada regulasi ekspresi gen oleh signal ekstraseluler bagi perkembangan, homeostasis dan adaptasinya terhadap lingkungan. Banyak jalur transduksi signal yang fungsi utamanya adalah untuk memodifikasi factor transkripsi yang akan mengubah ekspresi gen tertentu. Regulasi transkripsi DNA dilakukan oleh keluarga reseptor inti, karena mereka terletak diruang intrasel yang kemudian beraksi di nucleus. Reseptor ini memiliki dua tempat ikatan dengan bagian spesifik DNA yang dapat secara langsung mengaktifkan transkripsi gen. Ketika terjadi pengikatan dengan suatu agonis, reseptor akan berpindah ke nucleus, dimana reseptor akan meregulasi ekspresi gen-gen tertentu dengan mengikat hormone response element (HRE) spesifik pengikatan tersebut menyebabkan perubahan kecepatan transkripsi dari gen-gen terkait. (Ikawati, 2006)

Kelenjar tiroid menghasilkan 3 hormon yaitu tiroksin(T4),tri-idotironin (T3), kalsitonin. Tiroksin dan tri-idotironin berperan dalam : peningkatan metabolisme sel atau reaksi kimia tubuh dan peningkatann proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh. T4 merupakan produk hormone utama dari kelenjar tiroid, sedangkan T3 dihasilkan dari metabolisme ekstratiroid dari T4. Kedua hormon tersebut terikat pada globulin pengikat tiroid (triglobulin) dan beberapa protein dalam plasma (Nugroho ,2012). Fungsi utama hormon tiroid T3 dan T4 adalah mengendalikan aktivitas metabolik seluler. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan mempercepat proses metabolisme. T3 bekerja lebih cepat dan 3-5 kali lebih kuat daripada T4. Hal ini disebabkan karena hormon terikat kurang erat dengan protein plasma tetapi lebih erat dengan reseptor hormon tiroid. Video ini menerangkan tentang mekanisme aksi tiroksin.

Mekanisme aksi tiroksin
Tiroksin adalah hormone lipofilik yang dengan mudah menembus membrane sel melalui protein pembawa untuk menjumpai reseptor spesifiknya di dalam sel sasaran. Tiroksin mengandung 4 iodin disingkat T4 (tetraiodothyronine). Kelenjar tiroid juga mensekresi sejumlah kecil dari molekul yang mana hanya mengandung 3 iodin atau T3 (triiodothyronine). Kedua hormon memasuki sel target, kemudianT4 diubah menjadi T3. T3 berikatan dengan reseptor spesifik (pada inti sel) membentuk HR kompleks. Kompleks Hormon reseptor selanjutnya menjalani reaksi aktivasi, reaksi ini akan mengakibatkan perubahan ukuran, bentuk, muatan permukaan yang membuat kompleks hormone tersebut mampu berikatan dengan kromatin pada inti sel. Kompleks hormone reseptor kemudian berikatan pada suatu regio spesifik DNA yang dinamakan hormone response element (HRE)dan membuat aktif atau inaktif gen spesifik. DNA yang terikat pada reseptor inti meningkatkan transkripsi gen target, kemudian mRNA memproduksi kode untuk protein spesifik. Protein ini kemudian memperantarai respon hormone tiroid dan mempengaruhi proses metabolik(Illingwort J, Dr., 2007)

Reseptor hormon tiroid manusia paling tidak dalam tiga bentuk : hTR-alfa 1 dan 2 serta hTR-beta1. Ada kemungkinan bahwa hTR-beta 1 dan hTR-alfa1 merupakan reseptor aktif secara biologik. hTR-alfa 2 tidak mempunyai kemampuan mengikat hormon, tetapi berikatan dengan Hormon Respon Element (HRE) tiroid pada DNA dan dapat bertidak pada beberapa kasus untuk menghambat T3. Mutasi titik pada gen hTR-beta yang menimbulkan reseptor T3 abnormal merupakan penyebab dari sindroma resistensi generalisata terhadap hormon tiroid (sindroma refetotoff) (Greenspan, 1999).

Obat
Penggunaan obat yaitu propiltiourasil dan metimazol berfungsi baik menghambat sintesis maupun pelepasan hormon tiroid dari kelenjar tiroid. Kedua obat tersebut menghambat proses iodinasi tirosin sehingga menghambat pembentukan hormon tiroid. Propiltiourasil juga menghambat pembentukan T3 menjadi T4 (Nugroho, 2012)

Daftar Pustaka

Greenspan SL, Greenspan FS,1999, The effect of thyroid hormone on skeletal integrity, Ann Intern Med.
130:750-758.
Ikawati, Zullies, 2006, Pengantar Farmakologi Molekuler, UGM Press, Yogyakarta.
Illingwort J, Dr., 2007, Thyroid hormone, Thermoregulation and Basal Metabolic Rate, http://www.bmb.leeds.ac.uk
Nugroho, Agung Endro,2012, Farmakologi Obat-obat Penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.    

Nama : AYNITA KURNIAWAN SUKARDI
NIM : G1F011066

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: