Opioid tolerance

Nama : Nurmaningtias Fitri R.

NIM : G1F011007

Deskripsi

OPIOID TOLERANCE (Toleransi Opioid)

Toleransi opioid adalah suatu proses dimana terjadi neuroadaptation (adaptasi neuron) melalui desensitisasi reseptor sehingga efek dari obat/tranduksi sinyal akibat penempelan ligan terhadap reseptornya berkurang, dalam hal ini yang berfungsi sebagai ligan/obatnya adalah opioid (Anonim, 2012). Toleransi opioid ini berfungsi untuk mengurangi/menghilangkan efek penghilang rasa nyeri yang dirtimbulkan oleh opioid di dalam tubuh.

Di dalam tubuh manusia, pada frekuensi pensinyalan normal, sinyal rasa nyeri yang dibawa oleh neurotransmitter dikeluarkan dari presinaptik dan sinyal tersebut ditransmisikan di seluruh celah sinaptik. Namun, ketika neuron atau sel saraf tersebut berada dibawah pengaruh atau kontrol opioid, maka penerusan tranduksi sinyal nyeri menjadi terhambat/hilang. Hal ini terjadi karena analgetik opioid dan endogen opioid mempunyai daya penghalang nyeri yang sangat kuat, dengan titik kerja yang terletak di susunan syaraf pusat (SSP). Dengan timbulnya mekanisme penghambatan nyeri oleh opioid ini, sel di dalam tubuh membangun suatu mekanisme pertahanan terhadap penghambatan tersebut dengan cara membangun kembali kekuatan dari transmisi sinyal nyeri itu, melalui suatu fenomena yang disebut sebagai toleransi opioid. Toleransi (penurunan efek kerja) terhadap opioid ini dapat terjadi karena pemakaian secara kontinu dari analgesik opioid (Neal, 2006).

Salah satu mekanisme yang diperkirakan dapat memperantarai fenomena ini adalah terjadinya proses down-regulation receptor. Pengikatan ligan opioid dengan reseptor opioid (membentuk suatu kompleks reseptor-ligan) yang terdapat di permukaan membran neural menciptakan sebuah jalur biokimiawi yang menekan kemampuan dari neuron untuk mengtrasmisikan sinyal rasa nyeri ke dalam sel. Reseptor opioid ini merupakan anggota dari GPCRs (G protein coupled receptors). Reseptor ini diaktifkan oleh peptida opioid endogen maupun oleh pemberian senyawa opiat eksogen (Waldhoer, 2004).
Setelah reseptor opioid ini diaktivasi oleh ligannya, komplek reseptor-ligan opioid ini masuk ke dalam sel. Pada kondisi normal, sebagian besar kompleks reseptor-ligan yang masuk ke dalam sel itu direcycle (didaur ulang) kembali ke permukaan sel dan ada beberapa kompleks reseptor-ligan yang terdegradasi melalui proses biokimiawi kompleks. Sehingga timbullah suatu peristiwa keseimbangan antara kompleks reseptor yang mengalami recycle dan yang terdegradasi.

Pada mekanisme toleransi opioid, terjadi suatu mekanisme pembalikkan dimana komplek reseptor-ligan yang terdegradasi lebih banyak daripada yang ter-recycle. Fenomena ini dikenal sebagai proses receptor down-regulation. Sebagai hasilnya, hanya sedikit reseptor opioid yang tersisa pada permukaan membran sel untuk bisa berikatan dengan ligannya. Sehingga, sebagai konsekuensinya dibutuhkan lebih banyak lagi ligan opioid untuk dapat menghasilkan dan menginduksikan sinyal penghambat yang sama kuatnya dengan proses awal (yaitu sebelum terjadi toleransi opioid) selama proses penghantaran impuls nyeri. Dengan adanya mekanisme ini, maka timbul suatu kesimpulan bahwa mungkin mekanisme dari receptor down-regulation merupakan salah satu proses yang mengakibatkan terjadinya toleransi opioid. Namun, untuk mengevaluasi mekanisme toleransi opioid melalui jalur ini, dibutuhkan suatu penelitian lebih lanjut.

Anonim. 2012. Opioid (http://en.wikipedia.org/wiki/Opioid) diakses pada tanggal 29 Desember 2012.
Neal, Michael J. 2006. At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
Waldhoer Maria, Bartlett Selena E., Whistler Jennifer L. 2004. OPIOID RECEPTORS. Annual Review of Biochemistry 73 : 953-990.

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: