The P13K/AKT signalling pathway

Nama : Nurlaela Yuni Astuti
NIM : G1F011047

deskripsi
Jalur persinyalan PI3K merupakan jalur transduksi sinyal yang mengatur beberapa fungsi seluler. Aktivasi dari jalur ini telah diidentifikasi dalam berbagai macam kanker. Beberapa komponen jalur meliputi AKT, PI3K dan mTOR mewakili target terapi yang potensial. Mekanisme kerjanya ialah mula-mula diaktifkan oleh Reseptor Protein Kinase (RTK) melalui insulin receptor substrate 1 (IRS-1).Aktivasi RTK memerlukan sedikitnya dua reseptor terdimerisasi, ketika dua reseptor terdimerisasi maka tirosin kinase domain akan saling memfosforilasi ujung C pada residu tirosin sehingga disebut autofosforilasi atau transfosforilasi (Zullies,1993).
Selanjutnya terjadi pengikatan IRS-1 dengan P13K yang lain membentuk suatu dimer.P13K yang lain berikatan langsung dengan sebuah fosfor pada reseptor lain (RTK). Lalu keduanya teraktivasi. Aktivasi tersebut akan mengaktifkan Ras yang berikatan dengan GTP. Ras ialah suatu protein yang termasuk GTPase monomerik dan merupakan protein yang penting dalam transduksi signal melalui protein kinase. Perannya ialah mengantarkan signal dari reseptor ke dalam nukles untuk menstimulasi proliferasi dan diferensiasi sel kemudian ketiganya menjadi teraktivas(Zullies,1993).
Tahap berikutnya ialah pembentukan P1P2(phos-phorylates phosphatidylinositol-4-5-bisphosphate) menjadi PIP3(phosphatidylinositol-3,4,5-trispohosphate) oleh PI3K. Kemudian PIP3 merekrut AKT ke membran plasma dimana AKT difosforilasi di Thr308 oleh PDK1 dan di Ser473 oleh mTOR complex 2 (TORC2). AKT merupakan mediator utama utama kelangsungan hidup sel melalui penghambatan langsung dari pro-apoptosis sinyal seperti BAX..BAX merupakan sebuah pro-apoptosis dari keluarga protein Bcl-2 yang berada di sitosol dan bertranslokasi bersama AKT ke mitokondria pada induksi apoptosis ( Margaret,2009).
Tahap berikutnya ialah persinyalan melalui jalur Rheb-mTOR. AKT memberikan sinyal pada Rheb. Rheb (Ras homolog enriched in brain) memiliki peran penting yaitu mengaktivasi mTOR. mTOR membentuk dua kompleks berbeda yaitu mTOR1 dan mTOR2. Salah satu downstream efektor utama AKT ialah mTOR complex 1(TORC1), mTOR1 terlibat dalam regulasi pertumbuhan sel, proliferasi sel dan ukuran sel dalam merespon asam amino dan faktor-faktor pertumbuhan. mTOR itu akan mengaktivasi sintesis protein atau translasi. Asam amino tak terkecuali leucine akan meregulasi persinyalan mTOR, selanjutnya mTOR akan mengaktifkan faktor translasi ribosomal S6 kinase (S6K) menuju ke ribosom dan terjadilah translasi(Margaret,2009).
Tahap terakhir ialah FOXO difosforilasi sebagi respon terhadap persinyalan faktor pertumbuhan oleh AKT.Selanjutnya FOXO yang terfosforilasi ini berikatan dengan peptida (titik hitam kecil) dan terjadi proliferasi(Margaret,2009).

Daftar Pustaka
A.Knowles, Margaret,dkk., 2009, Phosphatidylinositol 3-kinase (PI3K) pathway activation in bladder cancer, Cancer Research UK Clinical Centre, United Kingdom.
Ikawati, Zullies., 2006, Pengantar Farmakologi Molekuler, UGM Press, Yogyakarta.

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: