Nimatozunab, obat selektif untuk sel kanker

Deskripsi

Kapasitas untuk proliferasi otonom dan disregulasi proliferasi dalam sel kanker terjadi dengan tidak terkendalinya peningkatan growth faktor yang secara aktif mendukung pertumbuhan sel atau karena overekspresi dari reseptor terkait growth faktor tersebut. Kedua fenomena menyebabkan aktivasi jalur sinyal hilir yang pada akhirnya mengarah pada proliferasi sel kanker, induksi angiogenesis dan metastasis. Sebagian besar kanker epitel manusia menunjukkan overekspresi ditandai faktor pertumbuhan (misalnya, EGF atau TGFα) dan reseptor dari keluarga reseptor epidermal growth faktor (EGFR). (Ciardiello, 2008) Jadi dengan adanya penghambatan penempelan ligan pada reseptornya oleh obat dengan target EGFR seperti nimatozunab, maka sel-sel tidak dapat berproliferasi dan akhirnya akan mati.

Nimotuzumab adalah sebuah antibodi monoklonal IgG1 dengan target EGFR yang teroptimisasi. Mekanisme kerja nimotuzunab pada dasarnya sama dengan anti-EGFR lainnya, dimana obat ini bekerja mengeblok ikatan antara EGFR dengan EGF. Berbeda dengan antibodi anti-EGFR lainnya, sifat intrinsik dari Nimotuzumab memerlukan ikatan yang bivalen untuk penempelan stabil pada permukaan sel. Pengikatan bivalen adalah pengikatan dengan kedua lengan antibodi terhadap dua target (EGFR) secara bersamaan. Sifat inilah yang mengarah pada keselektifan Nimotuzumab dalam mengikat sel yang memiliki tingkat EGFR sedang sampai tinggi. Ketika ekspresi EGFR rendah seperti pada jaringan sehat, obat antibodi monoklonal lain masih memiliki target aviditas tinggi mengikat karena konstanta afinitas mereka yang lebih tinggi. Sebaliknya, karena Nimotuzumab memiliki afinitas yang lebih rendah sehingga mengikat dengan aviditas kurang, interaksi pengikatan pada target bersifat sementara. Oleh karena itu penempelan pada jaringan sehat dapat dihindari dan severe dose limiting toxicities juga dapat dihindari. (YM Bioscience,2012) Dengan kurang atau bahkan tidak adanya penempelan obat ini pada jaringan sehat, maka obat ini tidak akan mengakibatkan kerusakan pada jaringan sehat dan hanya berfokus pada sel kanker saja, tidak seperti obat kanker lain yang memiliki target semua sel baik sel pada jaringan sehat maupun sel kanker. Jadi, nimatozunab adalah sebuah harapan baru bagi para penderita kanker, karena obat ini selektif pada sel kanker saja.

Daftar pustaka

Ciardiello F, Tortora G. EGFR antagonists in cancer treatment. New Engl J Med. 2008

YM Bioscience.2012.Nimotuzunab. ym.e-axis.com/physicians/nimotuzumab1.php diakses tanggal 22 Oktober 2012

Oleh : Sharon Susanto

G1F011057

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: