Cancer Fulvestrant (Faslodex ) Mechanism of Action

Nama : Nurul Layyin Hariroh

NIM : G1F009002

Deskripsi Video :

 

Bagian satu :  estrogen dan kanker payudara

Reseptor Estrogen berperan dalam penyakit  tumor payudara. Pengikatan antara Estradiol dengan Estrogen Receptor (ER) pada sisi AF2 menyebabkan reseptor ini teraktivasi. Estradiol mengikat ER dengan afinitas tinggi sehingga membentuk komplek estrogen/ER yang akan berefek pada membran sel maupun intisel. Ikatan tersebut akan mengaktifkan  AF1 dan AF2 ( Reseptor estrogen (ER) memiliki tiga tempat ikatan spesifik yaitu terhadap ligan yang disebut ligand binding domain atau AF2 , terhadap growth factor atau AF1 dan terhadap DNA yang disebut DNA Binding Domain/DBD ). Kompleks Estradiol/RE ini akan membentuk dimer dan mengikat DNA melalui DBD. Kemudian DBD akan mengikat estrogen receptor elemen (ERE) yang terletak dekat dengan gen yang akan di kontrol transkripsinya. Setelah berikatan dengan ERE kompleks tersebut akan berikatan dengan suatu protein koaktivator dan mengaktifkan faktor transkripsi. Aktivasi transkripsi tadi akan merangsang RNA polimerase2 untuk memungkinkan terjadinya transkripsi gen estrogen-responsif dan pertumbuhan tumor.

 

Bagian dua : modifikasi aktivitas reseptor estrogen oleh ligan (ex: Tamoxifen)

Tamoxifen bertindak secara kompetitif menghambat pengikatan Estradiol pada reseptor estrogen. Ketika Tamoxifen dan RE bergabung, Reseptor Estrogen akan memodifikasi aktivitasnya. Kompleks ini akan membentuk dimer yang hanya mengaktifkan AF1 juga mengikat DNA kemudian mengikat ERE dan merekrut coactivators. Tamoxifen memiliki efek antagonis yang tidak penuh .

Tamoxifen juga mempunyai efek estrogenic pada sel-sel endometrium uterus sehingga meningkatkan terjadinya resiko cancer rahim (Ikawati,2008).

 

Bagian tiga : Faslodex (Fulvestrant)

Fulvestrant akan menghambat secara kompetitif ikatan antara estradiol dan reseptor estrogen. Fulvestrant akan berikatan dengan reseptor estrogen dengan afinitas yang tinggi dan tidak akan mengaktifkan IF1 maupun IF2. Ikatan fulvestrant dengan ER juga menyebabkan protein ER lebih cepat terdegradasi. Kompleks ikatan tersebut tidak merekrut coaktivator sebagaimana kompleks ER-tamoxiven maupun kompleks ER-estradiol. Semua ini menyebabkan tidak terjadinya transkripsi gen.

 

Bagian empat : potensi klinik Falsodex (Fulvastrant)

Mekanisme kerja Fulvestrant adalah menghambat secara kompetitif ikatan estrogen dengan estrogen reseptor. Afinitas ikatan Fulvestran dengan estrogen receptor lebih kuat dibanding SERMs lain ( misal Tamoxifen). Ikatan fulvestrant dengan estrogen reseptor akan merusak dimerisasi estrogen receptor yang mengakibatkan sinyal yang seharusnya diteruskan untuk mengikat DNA terlokalisir dalam reseptor. Selain itu kompleks fulvestrant-ER menyebabkan AF1 dan AF2 tidak aktif yang menyebabkan transkripsi tidak berjalan. Pada akhirnya kestabilan kompleks Fulvestrant-ER kurang jika dibandingkan dengan estrogen dan tamoxifen sehingga akan mempercepat degradasi protein ER. Jadi Fulvestrant kerjanya mengikat ER, mengeblok dan mempercepat degradasi protein ER sehingga signal estrogennya terhambat ( proses proliferasi, invasi angiogenesis pada kanker payudara tidak terjadi).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ikawati, Zullies. 2008.pengantar Farmakologi molekuler. UGM press : Yogyakarta.

 

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: