Second Messenger systen : cAMP

Nama : Gitanti Rohman
NIM : G1F011040

cAMP ( cyclic AMP ) merupakan salah satu second messanger yang terlibat dalam transduksi sinyal melalui reseptor tergandeng protein G. Reseptor terkait protein G disebut juga reseptor metabotropik dimana dalam kinerjanya reseptor ini akan bergandengan dengan suatu protein yang disebut protein G untuk menghasilkan respon seluler.

Protein G itu sendiri adalah suatu protein yang terdiri dari 3 rantai polipeptida yang berbeda yang disebut sub unit alfa, beta dan gamma. Rantai beta dan gamma membentuk kompleks beta-gamma yang kuat sehingga membuat protein G tadi tertambat pada permukaan sitoplasmik membran plasma.

Adapun jalur transduksi sinyal pada GPCR ( G Protein Coupled Receptor ) ada dua, yaitu jalur adenilat siklase dan jalur fosfolipase. Jalur transduksi sinyal ini dibedakan berdasarkan jenis protein G yang terlibat. Jalur transduksi sinyal akan melalui jalur adenilat siklase apabila protein G yang terlibat adalah protein Gs ( stimulatory G protein ) yang bekerja mengaktifkan adenilat siklase ataupun Gi ( inhibitori G protein ) yang bekerja menghambat adenilat siklase. Sedangkan jalur foffolipase akan aktif jika yang terlibat adalah Gq yang bekerja mengaktifkan jalur fosfolipase( Ikawati, 2006 )

Pada animasi di atas, rangkaian peristiwa yang terjadi adalah aktivasi reseptor GPCR melalui jalur adenilat siklase yang nantinya akan menghasilkan second messanger cAMP.

Ketika ada suatu ligan yang menempel pada reseptor yang tergandeng dengan protein G sebagai contoh ephineprin , maka akan terjadi perubahan konformasi reseptor yang menyebebkan protein G yang terdapat di dalam membran sel akan teraktifasi. Dimana dalam aktifasi protein G ini dan subunit alfa akan mengalami pertukaran senyawa yang diikat dari GDP menjadi GTP oleh bantuan enzim Guanine Nucleotide Exchange factors ( GEF ) yang pada animasi ini tidak dijelaskan. Protein G dalam bentuk aktif ini kemudian akan mengaktifkan adenilat siklase dimana adenilat siklase ini akan menghasilkan cAMP dari ATP yang ada di dalam sel. Selanjutnya, cAMP akan mengaktifkan PKA yang akan mengkatalisis fosforilasi berbagai protein target, sebagai contoh di sini adalah protein alfa kinase sehingga nantinya akan menimbulkan aktivitas atau respon seluler tertentu( ikawati, 2006 )

Daftar pustaka
Ikawati, Z, 2006, Pengantar Farmakologi Molekuler , UGM Press, Yogyakarta.

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: