Sorafenib mechanism

NAMA : ERNA TUGIARTI BUDIASIH

NIM : G1F011034

Deskripsi:

Sel kanker adalah sel yang dapat berpoliferase (memperbanyak sel), berdiferensisi (menjadi pembuluh darah) dan daya tahan sel (kemampuan untuk tetap hidup dan tidak mati sehingga muncul benjolan). Dengan mengetahui komunikasi ini diharapkan sel kanker tidak berkembang. Obat-obatan jenis ini disebut obat jenis inhibitor angiogenesis, termasuk di dalamnya bevacizumab, sunitinib dan sorafenib (penghambat multi kinase oral untuk sel tumor)

Sorafenib juga disebut BAY 43-9006 merupakan obat oral inhibitor multikinase. Sorafenib mampu menghambat dua jenis kinase yakni profilerasi sel dan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah) di mana keduanya berperan besar dalam proses pertumbuhan kanker. Proses ini penting pula bagi sel normal, sehingga terapi target dari Sorafenib juga bisa mempengaruhi beberapa sel normal.

            Ligan yang berikatan dengan reseptor VEGFR atau PDGFR atau reseptor groeth factor lainnya akan menyebabkan dimerisasi reseptor, kemudian akan terjadi autofosforilasi tirosin. Selanjutnya tirosin yang terfosforilasi akan bertindak sebagai tempat ikatan berafinitas tinggi bagi suatu protein adaptor bernama Grb2 yaitu protein yang mempunyai SH2 domain, yang selanjutnya memicu aktivasi Ras. Ras adalah suatu protein yang termasuk GTPase monomerik, dan merupakan protein yang penting dalam transduksi signal dari reseptor melalui RTK(reseptor tirosin kinase). Aktivasi Ras terjadi melalui pertukaran GDP dengan GTP. Ras yang teraktivasi akan mengaktifkan Raf, suatu tirosin kinase seluler, yang selanjutnya akan memicu berbagai serangkaian peristiwa fosforilasi , namun dalam video yang dijelaskan adalah Ras-Raf memicu serangkaian peristiwa fosforilasi berurutan (kinase cascade) yaitu : MEK, ERK,dan faktor transkripsi. Faktor transkripsi ini yang akan masuk ke dalam nukleus dan mengaktifkan proses tankripsi melalui the brancing enzim ,

Pada sel normal jalur Ras/Raf/MAP kinase ini berjalan perlahan namun pada sel kanker akan terjadi mutasi pada Ras atau protein lainnya yang memicu jalur ini semakin cepat dan menimbulkan kanker yang lebih parah. Sorafenib bekerja dengan menghambat proses fosforilasi di jalur Raf/MEK sehingga tidak dapat menghantarkan signal ke inti sel dan akhirnya tidak terjadi proses transkripsi.

Factor transkripsi yang seterusnya mempengaruhi proses transkripsi gen yang berperan dalam proses proliferasi dan pertumbuhan sel, dalam kasus ini akan terbentuk pembuluh darah baru (angiogenesis). Terbentuknya pembuluh darah baru ini akan mensuplai nutrisi bagi sel kanker, akibatnya sel kanker akan terus berproliferasi (membelah) sehingga penderita kanker akan semakin parah. Sorafenib menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru dengan berikatan pada tirosin kinase domain yang berada di membaran sel (EGF-R) sehingga signal tidak dapat disalurkan ke jalur berikutnya dan juga berikatan pada Raf sehingga tidak dapat menyalurkan signal ke MEK-ERK dan seterusnya dan akhirnya tidak terjadi proses trankripsi.

Target dari obat serofenib yaitu

  1. Upstream target: Reseptor VEGFR-2, VEGFR-3, PDGFR-β, KIT, FLT-3, DAN RET yaitu mengeblok pada bagian tirosin kinase domainnya sehingga signal tidak dapat ditransduksikan sehingga proses trankipsi tidak belangsung.
  2. Downstream target: berikatan dengan RAF sehingga Raf tidak dapat menyalurkan sinyalnya ke MEK dan seterusnya sehingga proses trankripsi tidak berlangsung.

Selain itu target dari sorafenib yaitu:

  1. Tumor cell targets : sorafenib bekerja pada sel tumor yaitu dengan mengeblok reseptor cKIT, FLT-3, RET dan juga berikatan dengan Raf
  2. Tumor vasculature targets : sorafenib bekerja menghambat proses angiogenesis dengan cara mengeblok reseptor VEGFR atau PDGFR dan juga menghambat proses fosforilasi pada bagian Raf.

Daftar Pustaka

Ganiswara, 1995, Farmakologi Dan Terapi edisi IV, UI, Jakarta
Guyton, Arthur C. and John E. Hall, 1997, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Mutschler, Ernst, 1991, Dinamika Obat, Farmakologi dan Toksikologi, ITB, Bandung
Singgih, S. Amin, 2008, Makalah simposium: Apoptosis dan angiogenesis pada Glioma Otak, Departemen Ilmu Faal FKUI, Jakarta

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: