Tumor dibunuh dengan Memblokir Angiogenesis

NAMA :  DWI JUSTITIA APRILIA
NIM      : G1F011009

Target Angiogenesis Tumor dengan Menghambat Sinyal VEGF

 Sel mamalia memperoleh oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup diperoleh dari pembuluh darah di dekatnya. Karena itu, sel-sel yang biasanya tumbuh tidak lebih dari 1 sampai 2 milimeter dari pembuluh darah. Sel tumor juga membutuhkan suplai darah untuk tumbuh. Tanpa suplai darah, pertumbuhan tumor padat hanya terbatas sekitar 2 milimeter, atau sekitar 100 sampai 300 sel. Tumor kecil tanpa pembuluh darah bisa inaktif selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Namun, tumor dapat mengembangkan suplai darah mereka sendiri dengan proses yang dikenal sebagai angiogenesis. Proses ini dimulai ketika sel-sel tumor mengeluarkan faktor pertumbuhan angiogenik yang merangsang sel-sel endotel pembuluh yang menempel di dekatnya. Selain itu, beberapa tumor juga memerlukan aktivasi faktor pertumbuhan tertentu seperti prekursor faktor pertumbuhan epidermal untuk dapat tumbuh dan menyebar ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, agen yang menghalangi angiogenesis dan pertumbuhan sel tumor memiliki potensi untuk menjadi lebih efektif sebagai terapi anti-kanker daripada agen yang bertindak hanya pada salah satu faktor angiogeniknya. Faktor angiogenik penting yang dihasilkan oleh tumor adalah faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). VEGF mengikat reseptor spesifik yang terletak pada sel endotel pembuluh darah yang berada di dekatnya, seperti VEGFR-1 (terdiri dari VEGF-A, VEGF-B, PIG-F) ;  VEGFR-2 (terdiri dari VEGF-A, VEGF-C, VEGF-D) ; VEGR-3 (terdiri dari VEGF-C, VEGF-D). VEGF mengikat pada bagian ekstraselular dari reseptor VEGF, melakukan dimerisasi reseptif. Hal ini akan mengaktifkan reseptor tirosin kinase intraseluler sehingga autofosforilasi terjadi sehingga memungkinkan molekul intraseluler spesifik untuk mengenali dan mendekat ke reseptor VEGF, yang kemudian akan menyebarkan sinyal dari permukaan sel ke dalam sel. Lalu sinyal VEGF dalam sel endotel merangsang pembuluh darah baru yang tumbuh menuju formationof tumor. Sehingga tumor kecil telah memiliki pasokan oksigen dan nutrisi, yang memungkinkan untuk tumbuh dan untuk bermetastasis ke bagian lain dari tubuh.

Namun, pada saat dilakukan pemblokiran angiogenesis dengan cara penghambatan VEGF sehingga tidak dapat menempel dengan reseptornya, hal ini menghambat reseptor VEGF untuk mencegah transduksi sinyal yang dinyatakan akan menyebabkan pembentukan pembuluh darah baru sehingga terbentuk tumor. Maka dengan tidak adanya suplai darah dan penghambatan sinyal faktor pertumbuhan, tumor akan tetap dalam keadaan tidak aktif atau inaktif atau bahkan terbunuh. Selain itu, kemampuan tumor untuk bermetastasis pun akan berkurang atau sama sekali hilang.

Referensi

Iuadapts.2012.VEGF and EGFR.http://www.efp-online.org/diakses pada tanggal 30 Desember 2012.

Zullies, Ikawati. 2008.Pengantar Farmakologi Molekuler. UGM Press : Yogyakarta.

Silahkan tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: